LOMBA KARYA TULIS ILMIAH
PENSIL II 2016

“MABALA BEKKU LUCU-LUCU”
(Memanfaatkan makanan basi dalam bentuk kapsul untuk kebutuhan Gallus-
gallus domesticus)
Disusun oleh :
KETUA                      : RETNO MEITIA I11116513
ANGGOTA                : AAN DERMAWAN SAPUTRA I11116349
                                    : RISNA I11116345
: APRIALDI IMAM SAM I11116561








FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016


Lembar Pengesahan LKTI PENSIL II 2016
1.      Judul Karya Tulis :
2.      Sub tema karya : Nutrisi dan makanan ternak
3.       Ketua Tim
a. Nama lengkap : Retno Meitia
b. NIM : I11116513
c. Alamat email dan No. Hp : retnomsudirsu@yahoo.co.id dan 085255802617
4.      Pendamping
a. Nama lengkap : Mustajir
b. NIM : I11115036
c. Alamat email dan Np. Hp : ajibungsu85@gmail.com dan 082395539948

Makassar, 18 November 2016
Pendamping                                                                Ketua Tim


   Mustajir                                                                   Retno Meitia


Wakil Dekan III
Bidang Kemahasiswaan dan Alumni
Fakultas Peternakan
Universitas Hasanuddin



Prof. Dr. Ir. Jasmal A. Syamsu, M.Si
NIP : 19681105 199301 1 001

                                                                                        

SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
1.      Nama Lengkap : Retno Meitia
NIM                : I11116513
Sebagai Ketua Kelompok
2.      Nama Lengkap : Aan Dermawan Saputra
NIM                : I11116349
Sebagai Anggota 1
3.      Nama Lengkap : Risna
NIM                : I11116345
Sebagai Anggota 2
4.      Nama Lengkap : Aprialdi Imam Sam
NIM                 : I11116561
            Sebagai Anggota 3
Judul Karya Tulis :
MABBALA BEKKU LUCU-LUCU
menyatakan bahwa memang benar karya tulis dengan judul tersebut yang diatas merupakan karya orisinal dan belum pernah dipublikasikan dan / dilombakan diluar kegiatan Pena Fosil II (PENSIL II) 2016 yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Studi Ilmiah Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin.
Demikian pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya, dan apabila terbukti terdapat pelanggaran di dalamnya, maka kami siap menerima konsekwensi dari pihak panitia sebagai bentuk tanggung jawab kami.

       Makassar, 7 November 2016
                 Ketua Kelompok


       Materai 6000
                                                                                             Retno Meitia
      NIM : I11116513


KATA PENGANTAR
            Penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas berkat limpahan rahma-Nya, karya tulis ilmiah ini dapat selesai walaupun masih banyak kekurangan yang perlu dilengkapi. Karya tulis ini diselesaikan dengan harapan dapat lebih memanfaatkan makanan basi atau nasi basi dengan cara diolah menjadi suatu bahan pakan ayam yaitu kapsul untuk dijadikan sumber energi bagi pertumbuhan dan perkembangan ayam dalam hal ini adalah ayam kampung (Gallus-gallus domesticus).
            Karya tulis ini didapat dari berbagai sumber buku, dan sumber pendukung lainnya misalnya blogger-blogger yang ada di internet. Karya tulis ini membahas tentang pembuatan sebuah kapsul dengan memafaatkan makanan basi dengan campuran beberapa bahan yang mengandung vitamin, mineral, karbohidrat, lemak dan protein yang baik dalam pertumbuhan ayam kampung.
            Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak  yang telah membantu dan berkontribusi dalam penyelesaian karya tulis ilmiah ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Semoga Allah Swt, membalas amal kebaikan kita semua. Masukan saran dan koreksi dari berbgai pihak sangat penulis harapkan untuk perbaikan demi kesempurnaan pada penulisan karya tulis ilmiah berikutnya.
            Akhir kata, penulis sangat berharap buku ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang membutuhkan informasi tentang sumber energi yang diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan ayam kampung (Gallus-gallus domesticus)
Makassar, November 2016
Wassalam

Penulis


DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL 
LEMBAR PENGESAHAN........................................................................
SURAT PERNYATAAN ...........................................................................
KATA PENGANTAR ...............................................................................
DAFTAR ISI ..............................................................................................
RINGKASAN .............................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
I.1  Latar Belakang ............................................................................
I.1 Rumusan Masalah ........................................................................
I.2 Tujuan Penulisan  ........................................................................
I.4 Manfaat Penulisan .......................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
 II. 1 Gambaran Umum Ayam Kampung ...........................................
 II. 2 Kandungan Makanan yang Dibutuhkan Ayam Kampung .........
 II. 3  Peran Sumber Energi Bagi Ayam Kampung ............................
BAB III METODE PRAKTEK
         III.1 Jenis dan Sumber Data ...............................................................
BAB IV PEMBAHASAN
IV.1  Pemanfaatan Makanan Yang Sudah Basi .................................
IV.2 Nutrisi yang Dibutuhkan Oleh Ayam Kampung .......................
IV.3 Cara Membuat Kapsul Untuk Menciptakan Sumber Energi......
BAB V PENUTUP
V.1 Simpulan ....................................................................................
V.2 Saran ...........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................
RIWAYAT HIDUP ....................................................................................

ii
iii
iv
v
vi

1
3
3
3

4
4
5

6

8
9
11

15
15
16
17





RINGKASAN
Sulawesi Selatan, sampah juga merupakan masalah masalah yang sering muncul. Diantara sampah yang belum termanfaatkan dengan baik adalah nasi basi. Padahal nasi basi dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan bagi kebutuhan ayam kampung. Ayam kampung berperan penting dalam kehidupan masyarakat perdesaan. Pengembangan industri ayam kampung dihadapkan beberapa kendala, anatara lain penyediaan pakan dengan kulitas dan kuantitas yang memenuhi  bagi kebutuhan pertumbuhan, reproduksi, dan produksi ternak. Masalah dihadapi dalam penyediaan pakan ayam kampung adalah harga yang mahal di pasar dan tidak stabil karena bahan baku utamanya diimpor. Untuk bisa memenuhi, nasi basi digunakan sebagai pemanfaatan pakan yang dijadiakan sebagai pakan tambahan dalam bentuk kapsul.


BAB I
PENDAHULUAN
I.1        Latar Belakang
            Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat cocok untuk dijadikan sentra bisnis peternakan. Luas daratan indonesia yang mencapai jutaan km² sangat mendukung kegiatan peternakan yang membutuhkan lahan yang luas. Selain itu mengingat posisi indonesia yang ada di daerah tropis juga sangat mendukung aktivitas usaha peternakan. Posisi geografis ini juga memungkinkan wilayah Indonesia disinari matahari dan dijatuhi hujan sepanjang tahun. Hal ini membuat kebutuhan untuk berbagai kegiatan usaha peternakan bisa didapatkan dengan mudah di indonesia.
            Selain itu negara indonesia juga merupakan negara agraris yaitu salah satu negara didunia yang banyak menghasilkan hasil bumi yaitu padi kemudian diolah menjadi beras. Dalam sepuluh tahun terakhir, luas lahan pertanian di Indonesia tak banyak berubah, masih sekitar 25 Juta Hektar. Padahal, jumlah penduduk terus bertambah dan kebutuhan pangan terus meningkat. Dalam sepuluh tahun terakhir, luas lahan pertanian di indonesia tak banyak berubah, masih sekitar 25 juta hektar. Padahal negeri ini wilayah daratannya amat luas, mencapai 188 juta hektar dan hampir seluruhnya bisa difungsikan sebagai lahan pertanian. (Kadir, 2013).
            Di Sulawesi selatan juga merupakan wilayah agraris yang banyak menghasilkan lumbung pangan beras nasional, penghasil cokelat, rumput laut, kopi, udang jagung dan komoditas pertanian penting lainnya. Kondisi pertanian di sulawesi selatan menduduki peringkat teratas, yakni 30 persen dalam struktur ekonomi. Peranan sektor pertanian sendiri pun bertumbuh sekitar 10%. Peranan sektor pertanian sehingga perekonomian sulsel bertumbuh sekitar 7,57% atau berada diatas pertumbuhan rata-rata nasional dengan pendapatan (PDRB) per kapita sebesar Rp. 35,59 juta pada tahun 2014.  Beras merupakan komoditas yang diminati oleh banyak petani di sulsel karena didukung dengan teknologi dan banyak inovasi yang sebagian ditemukan sendiri oleh petani.      
            Sebutir nasi adalah lambang sebuah proses. Sebelum sebutir nasi itu sampai ke dalam piring, ada berbulir-bulir peluh petani yang menyertainya. Dimulai dengan menyemaikan benih, menanam di area persawahan, sampai memproses gabah menjadi beras , utnuk kemudian ditanak menjadi nasi. Menurut badan pusat statistik (BPS) 50% penduduk Indonesia makan nasi 3x sehari dan menyisakan tiap butir nasi tiap kali makan berarti118,778,181 dikalikan 3 setidaknya 356,334,544 butir nasi yang tersia-sia tiap hari. Artinya dalam setahun ada 130,062,108,742 butir nasi yang terbuang, yang jumlah butirnya 547 kali jumlah total penduduk indonesia.
Secara garis besar, zat-zat makanan yang dibutuhkan ayam terdiri dari protein, energi, vitamin, mineral dan air. Hewan mempergunakan makanannya tidak lain untuk kebutuhan energi yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh dan untuk melancarkan reaksi-reaksi sintesis dari tubuh. Energi pakan terkandung dalam molekul karbohidrat, lemak, dan protein dalam bentuk biji-biji dan butir-butiran. Pengunaan energi diukur dalam kalori (kal). Protein merupakan gabungan dari asam-asam amino. Protein ini berguna untuk membangun jaringan-jaringan tubuh yang baru, menggantikan bagian-bagian tubuh yang rusak, pembentukan cairan-cairan tubuh sekunder, dan pembentukan telur. Zat makanan kedua yang sangat penting adalah energi. Energi ini dibutuhkan untuk segala kativitas anntara lain untuk detak jantung, mengedarkan darah dan kemampuan ayam berjalan. Telur ayam pun mengandung energi yang  disimpan oleh induk untuk anaknya kelak  kesehatan ayam dan lingkungan.






I.2        Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dibahas sebelumnya dapat ditarik rumusan masalah yang akan dihadapi antara lain :
1.      Bagaimana memanfaatkan makanan yang sudah basi agar tidak terbuang sia-sia kemudian diolah menjadi bahan pakan  ?
2.      Apakah nutrisi yang dibutuhkan oleh Ayam Kampung (Gallus-gallus domesticus)?
3.      Bagaimana bisa mengetahui cara membuat kapsul untuk menciptakan sumber energi bagi kebutuhan Ayam Kampung (Gallus-gallus domesticus) ?
I.3        Tujuan Penulisan
Karya tulis dibuat untuk menanamkan jiwa untuk lebih memanfaatkan ekstrak limbah makanan basi untuk berbagai kepentingan, agar dapat lebih mengetahui dan memahami pemberian nutrisi yang dibutuhkan oleh ayam (Gallus-gallus domesticus) supaya pertumbuhan dan perkembangannya baik sehingga dapat menghasilkan daging dan telur yang berkualitas. Dan bisa lebih kreativ dan inovatif untuk menciptakan hal-hal baru yang berkaitan dengan peternakan.
I.4        Manfaat Penulisan
            Berdasarkan karya tulis ilmiah yang kami tulis, maanfaat penulisan antara  lain :
1.      memanfaatkan makanan yang sudah basi agar tidak terbuang sia-sia kemudian diolah menjadi bahan pakan
2.      Bisa mengetahui nutrisi yang dibutuhkan oleh Ayam Kampung (Gallus-gallus domesticus)?
3.      Bisa mengetahui cara membuat kapsul untuk menciptakan sumber energi bagi kebutuhan Ayam Kampung (Gallus-gallus domesticus).



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1      Gambaran Umum Ayam Kampung
            Ayam kampung sebagai bangsa unggas mempunyai sistem pencernaan lambung tunggal atau monogastrik dengan sistem pemanfaatan pencernaan yang mandiri, berbeda jauh dengan ternak yang mempunyai lambung berganda atau sistem andal rumen. Seperti sapi, kambing, domba dan sejenisnya. Ternak ruminansia ini dalam pemanaatan pencernaan tidak mandiri, ada jasad renik yang secara tidak langsung ikut membantu atau bekerja sama saling menguntungkan dengan sang induk semang.   Hal semacam ini relatif tidak banyak terjadi pada ayam kampung dan unggas lainnya. Oleh karena itu tidak mengherankan bila ayam kampung memerlukan makanan yang utuh dan lengkap untuk proses pengambilan unsur nutrisi bagi keperluan hidupnya. (M.Rasyaf 1991).
            Produk-produk pertanian dan hasil laut yang dimakan oleh manusia dan juga hewan artinya ada makanan yang dimakan manusia tau lebih layak bagi manusia dan disebut dengan pangan, dan ada juga yang lebih layak untuk ternak dan disebut dengan pakan. Dedak,  bekatul, sisa-sisa proses industri makanan seperti: bungkil kelapa, dedak gandum, tepung ikan, tepung udang, tepung darah, tepung tulang, dan lain-lain merupakan pakan, pakan adalah pangan utuk ternak, yaitu kumpulan dari bahan-bahan makanan ternak yang memenuhi persyaratan untuk digunakan oleh ternak. (M.Rasyaf 1991).
II.2      Kandungan Makanan yang Dibutukan Ayam Kampung 
            Makanan untuk ayam kampung jelas harus mengandung bahan-bahan yang memiliki sumber energi, sumber protein, sumber vitamin dan mineral. Karena sebagian besar aktivitas ayam mebutuhkan energi, 80% dari total formula ransum merupakan makanan sumber energi. Dari 80% sumber energi tersebut, ada pula yang mengandung protein dan cukup kandungan asam-asam aminonya. Bahan makanan sumber energi seluruhnya  diambil dari bahan makanan asal tumbuh-tumbuhan.  Bahkan untuk ayam kampung, tidak pernah menggunakan lemak hewan sebagai pelengkap kebutuhan energgi. Karena hampir semua bahan makanan yang berasal dari tumbuhan , kandungan protein dan asam amino esensialnya rendah. Dengan demikian, dalam formula ransum ayam kampung, dikombinasikan dengan bahan makanan sumber protein dan asam amino yang baik. (M.Rasyaf 2011).
Iii. 3     Peran Sumber Energi Bagi Ayam Kampung
            Seluruh aktivits tubuh ayam kampung, baik yang tampak oleh mata kita maupun aktivitas yang berlangsung didalam tubuhnya itu, membutuhkan energi. Tidak salah bila energi ini disebut “api kehidupan”. Begitu pentingnya energi ini, sehingga protein tubuh akan diubah menjadi energi bila energi yang masuk kedalam tubuh tidak memenuhi kebutuhan untuk hidup ayam kampung tersebut. Inilah dasar untuk melihat kekurangan energi yang tampak pada kelainan-kelainan fisik. Ayam kampung kekurangan energi, umumnya ayam kampung yang dipelihara secara swalayan memiliki tubuh yang tampak kurus. Sumber energi pada ayam kampung yang setara dengan jagung kuning adalah beras yang memang dapat dimakan oleh ayam kampung. Beras dapat menggeser peranan jagung kuning dengan penambahan Xanthophyl sintetik. (M.Rasyaf 1991).
            Bahan-bahan makanan sumber energi dan protein tersebut juga telah memenuhi kebutuhan mineral dan vitamin. Misalnya tepung ikan kaya akan mineral dan dedak kaya akan kelompok vitamin B. Jadi dengan menggunakan bahan-bahan makanan seumber energi yang umumnya berasal dari tumbuhan dan bahan makanan sumber protein yang  bersal dari hewan. Akan tetapi untuk mencegah terjadinya kekurangan nutrisi akibat proses pembuatan, trasnportasi, dan penyimpanan, pada rasnum ditambahkan vitamin dan mineral buatan pabtik sebagai pelengkap. (M.Rasyaf 1991).



BAB III
METODE PRAKTEK
III.1     Jenis dan Sumber Data
1.      Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kuantitatif, karena data yang diperoleh nantinya berupa angka. Dari angka yang diperoleh akan dianalisis lebih lanjut dalam analisis data. Penelitian ini terdiri atas dua variabel, yaitu Non Performing Financing (NPF) sebagai variabel bebas (independent) dan Return On Asset (ROA) sebagai variabel terikat (dependent).
2.      Sumber Data
      Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data. Berdasarkan sumbernya, data dibedakan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder.
a.       Data Sekunder
Data sekunder yaitu data yang telah dikumpulkan untuk maksud selain menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Data ini dapat ditemukan dengan cepat. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data sekunder serta situs di internet yang berkenaan dengan penelitian yang dilakukan.
Penulisan karya tulis dilakukan berdasrakan data yang diperoleh dari studi literature dibeberapa sumber bahan bacaan yang berhubungan. Sumber-sumber tersebut diantaranya buku dan terbitan ilmiah, jurnal ilmiah, terbitan badan terkait baik berupa cetak maupun elektronik. Berbagai data yang terkumpul berdasar pada sumber-sumber diatas kemudian dianalisis berdasarkan keterkaitan sebagai upaya memecahkan permasalahan yang dikemukakan sebelumnya.
Selain data primer, sumber data yang dipakai peneliti adalah sumber data sekunder, data sekunder didapat melalui berbagai sumber yaitu literatur artikel, serta situs di internet yang berkenaan dengan penelitian yang dilakukan.


.
.







BAB IV
PEMBAHASAAN
IV.1     Pemanfaatan Makanan Yang Sudah Basi
Manusia terkadang egois hanya memikirkan dirinya sendiri. Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap makhluk hidup. Makanan sangat diperlukan oleh makhluk hidup untuk mempertahankan hidup. Makanan tersebut akan dicerna oleh alat pencernaan manusia yang kemudian diubah menjadi zat-zat yang diperlukan oleh tubuh. Selain itu dengan mengkonsumsi makanan tubuh manusia juga akan mendapatkan asupan energi. Energi ini tentu memacu manusia untuk melakukan berbagai aktivitasnya setiap hari. Sehinggga setiap hari energi itu dibutuhkan maka manusia harus mengisi energinya dengan makan setiap hari. Mulai dari sarapan pagi, makan siang, hingga makan malam.
Tetapi terkadang manusia tidak sadar, mereka biasanya makan dengan mengambil porsi yang lebih dari keinginannya sehingga berakibat membuang makanan dengan sia-sia. Yang perlu diketahui dengan membuang makanan tentu saja membuang sumber daya dan energi yang lain.  Fenomena itu memang benar-benar telah terjadi. Banyak orang yang tidak segan untuk membuang makanan sisa. Membuang makan sisa memang bukan tindak kejahatan. Namun, dampaknya sangat fatal bagi kelangsungan hidup manusia. (Ummu Fauziah, 2013)
Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mencatat, setidaknya ada 1,3 miliar ton makanan yang terbuang dalam setahun. Menurut World Resources Institute, lembaga penelitian lingkungan, dibalik 1,3 miliyar ton makanan yang terbuang setiap tahun diseluruh dunia, terdapat 45 triliun galon air yang juga terbuang. Angka tersebut mewakili 24 persen air yang digunakan untuk agrikultur. Sektor tersebut menggunakan 70 persen air bersih di seluruh dunia. Padahal di belahan Afrika saudara-saudara kita kelaparan. Di sisi lain, ada satu dari setiap tujuh orang di dunia menderita kelaparan. Serta lebih dari 20.000 anak di bawah usia lima tahun yang mati kelaparan setiap harinya. Sungguh terlihat tidak adil. Mereka kelaparan sementara kita membuang-buang makanan. Orang-orang Amerika membuang rata-rata sekitar 209-254 pon makanan setiap tahun. Singapura membuang hingga hampir 600.000 ton makanan per tahun sementara orang-orang Jepang dan Australia membuang seperempat dari semua volume makanan dan masing-masing makanan itu bernilai 6 miliar dolar. Makanan  yang disia-siakan oleh orang Australia benar-benar dapat memberi makan seluruh negeri itu selama tiga minggu, 5% dari sisa makanan orang Amerika cukup untuk memberi makan 4 juta orang selama sehari, sisa makanan orang Prancis  dapat memenuhi seluruh Kongo dan sisa makanan orang Italia dapat memberi makan Ethopia yang kekurangan gizi. Lain halnya menurut organisasi nirlaba di Inggris, Waste & Resources Action Programme (WRAP), memperkirakan warga dunia membuang 280 juta ton makanan setiap tahunnya.  Jumlah ini setara dengan US$ 400 miliar atau sekitar Rp 5.171,6 triliun.
Seperti yang telah diketahui bahwa sangat banyak limbah makanan yang terbuang pertahunnya yang hanya terbuang sia-sia. Hanya sebagian kecil dari masyarakat yang sadar akan pemanfaatannya. Salah satunya pemanfaatan yang akan kami teliti adalah memanfaatkan makanan basi dalam hal ini nasi basi yang dijadikan bahan utama untuk dijadikan sumber energi untuk ayam kampung yang diracik dalam bentuk kapsul.
IV.2     Nutrisi yang dibutuhkan oleh Ayam Kampung (Gallus-gallus domesticus)
            Ayam membutuhkan makanan untuk bertelur, pertumbuhan badan dan hidup pokoknya. Jika ada orang desa yan mengatakan bahwa ayamnya dapat hidup dan bereproduksi dengan baik tanpa diberi makan olehnya. Itu tidak mungkin. Ia mungkin tidak benar memberi makan, tetapi ayam kian-kemari mencari makan.
Bahan makanan yang merupakan sumber protein, misalnya tepung ikan. Serangga, sisa-sisa daging, bungkil kelapa, bungkil kacang, dan lain-lain. Tetapi bila diperhatikan banyak ayam kampung yang hanya makan serangga, maksudnya untuk memenuhi kebutuhan proteinnya. Kualitas suatu bahan makanan sebagai sumber protein tergantung kepada kelengkapan asam aminonya. Banyak bahan makanan asal tumbuhan seperti dedak, bekatul, bungkil, dan nasi yang tidak memiliki asam amino yang lengkap untuk kebutuhan ayam. Ayam yang hanya diberi dedak saja akan sangat menderita. Ayam yang hanya diberikan nasi saja tanpa diberikannya juga ransum lain dan ayam tersebut tidak boleh mencari makanannya sendiri dapat dipastikan ayam tersebut tidak dapat bertelur. Kandungan asam amino yang sempurna banyak terdapat dalam bahan makanan asal hewani, seperti serangga, tepung ikan dan sisa-sisa daging. Oleh karena itu dalam makanan ayam jangan lupa diberikan bahan makanan asal hewani, walaupun hanya sedikit.
Zat makanan kedua yang sangat penting adalah energi. Energi ini dibutuhkan untuk segala kativitas anntara lain untuk detak jantung, mengedarkan darah dan kemampuan ayam berjalan. Telur ayam pun mengandung energi yang  disimpan oleh induk untuk anaknya kelak kesehatan ayam dan lingkungan. Sumber energi lain yang biasanya dimakan oleh ayam kampung adalah nasi.
Vitamin dan mineral merupakan zat makanan yang sedikit digunakan, tetapi tetap penting. Tanpa vitamin dan mineral menyebabkan pertumbuhan lambat, ayam kecil, lumpuh, pincang, mata buta ayam tidak langsung mati, tetapi sangat jelas mempengaruhi kehidupan ayam. Ayam kampung dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, misalnya dengan memakan kulit kerang, rumput-rumputan segar, dan lain-lain. Dalam pemeliharaan yang intensif kebutuhan vitamin dan mineral telah disediakan oleh pemelihara dan ayam tinggal menyantapnya. Sumber vitamin dan mineral yang sering digunakan adalah tepung ikan dan bekatul sebagai sumber vitamin btepung tulang sebagai kalsium dan fosfor, serta garam dapur sebagai sumber NaCl. Dan yang penting juga sinar matahari, sebagai pembantu pembentukan vitamin didalam tubuh ayam.  Dalam hal ini berarti bisa juga menggunakan tumbuh-tumbuhan yang berklorofil seperti daun pepaya mengandung manfaat vitamin C, manfaat vitamin A, manfaat vitamin E, dan folat. Pada saat yang bersamaan daun papaya kaya akan manfaat antioksidan, flavonoid, dan karoten. 
Air merupakan bagian terbesar dari tubuh makhluk hidup, demikian juga dengan telur ayam. Bahan makanan juga mengandung sebagian besar air. Air begitu penting bagi banyak kehidupan ayam dan juga manusia cepat mati tanpa air, tetapi dapat bertahan lebih dari 10 hari tanpa makan asal tetap minum. Pada umumnya ransum untuk ayam dapat terdiri dari jagung kuning, dedak atau bekatul, bungkil kelapa, tepung ikan, garam daput, dan tepung tulang. Jagung kuning diberikan untuk sumber energi dan juga untuk memberikan warna kuning pada kuning telur. Kemudian tepung ikan sebagai sumber protein dan mineral (Ca dan P).
Sebenarnya beras putih bukan merupakan makanan unggas. Akan tetapi di indonesia, masih banyak peternak yang menggunkan beras sebagai makanan tambahan, khususnya untuk ayam kampung. Di beberapa tempat yang sudah swasembada beras, selalu ada ceceran dan sedikit beras yang disihkan untuk ayam. Sebagai sumber energi, beras mempunyai kandungan enegi metabolis yang hampir sama dengan dua bahan makanan diatas, yaitu 3100 kkal/kg dengan kandungan protein kasarnya sekitar 7,5%. Kandungan serat kasarnya terendah dibandingkan dua bahan makanan diatas, yaitu hanya 0,4%. Oleh karena beras merupakan bahan utama masyarakat Indonesia, maka umumnya tidak diberikan untuk ternak.
IV.3     Cara Membuat Kapsul Untuk Menciptakan Sumber Energi Bagi
Kebutuhan Ayam Kampung (Gallus-Gallus Domesticus)
                Pemeliharaan ayam kampung yang seadanya di desa memang berlatar belakang sosial dan pengetahuan masyarakat desa itu sendiri.  Ayam kampung dapat tidur disembarang tempat pada areal rumah pemiliknya, dibawah pohon, bertengger didahan, di dapur, atau di gudang. Nasi, serangga, rerumputan, batu kecil dan lain-lain. Ayam kampung ternyata tidak apa-apa jika mereka memakan nasi dan itu juga merupakan sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai gizi yang tinggi yang tentunya mengandung karbohidrat untuk ayam itu sendiri. Namun bagaimana jika kami menggunakan makanan Basi atau nasi basi sebagai bahan utama dalam pembuatan kapsul untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam kampung (Gallus-gallus domesticus) bakteri yang terkandung didalam nasi basi adalah Bacillus cereus. Berikut alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan kapsul ini adalah :
Alat dan Bahan :
1.      Alat :
a.       Oven
b.      Talanan
c.       Blender
d.      Panci
e.       Kompor
f.       Alat pengaduk
g.      Pisau
h.      Wadah/ baskom
i.        Sarung tangan plastik
j.        Masker
2.      Bahan :
a.       Makanan Basi (Nasi basi)
b.      Dedak jagung
c.       Serangga (anai-anai/rayap/laron)
d.      Tepung tulang
e.       Daun pepaya
f.       Getah pepaya
Cara Membuat :
Cara mengolah nasi basi yaitu :
1.      Siapkan nasi basi secukupnya kemudian simpan pada baskom/wadah yang telah disiapkan.
2.      Setelah itu cuci nasi basi tersebut dengan air sampai bau tidak sedap dari nasi tersebut terkurang. Jangan lupa menggunakan sarung tangan plastik dan memakai masker.
3.      Setelah itu tiriskan nasi basi tersebut dan simpan diatas wadah yang telah disediakan untuk selanjutnya bisa dimasukkan kedalam oven yang berfungsi untuk menghilangkan bakteri dengan cara pengeringan dengan suhu  kira-kira 100˚ C - 200˚C. Dan selain itu, bisa juga menggunkan cahaya matahari dengan waktu kira-kira 1-3 hari pengeringan. Biarkan nasi basi itu dijemur sampai kering dan kadar air dalam nasi basi tersebut hilang.
4.      Kemudian setelah kering sempurna maka nasi basi yang tadi diblender sehingga membentuk bubuk seperti tepung.
Cara Pengolahan Dedak Jagung dan Serangga (anai-anai/rayap/laron)
1.      Selanjutnya adalah sumber protein yang digunakan adalah berasal dari dedak jagung dan serangga. Dedak jagung juga di haluskan hingga berubah bentuk menjadi bubuk.
2.      Kemudian setelah itu menggunakan serangga (anai-anai/rayap/laron) yang dikumpulkan kemudian diolah dengan cara direbus selama satu jam.
3.      Setelah direbus, bahan ditiriskan. Bahan dicuci dengan air garam  sebanyak 2—3 kali, kemudian dicuci kembali dengan air bersih sebanyak 2—3 kali.
4.      Setelah itu, bahan dicincang dan dikeringkan. Selanjutnya bahan digiling hingga menjadi tepung.  Bahan pakan sumber protein dibutuhkan ayam kampung sebesar 3—10% dari jumlah pakannya.
Cara Pengolahan tepung tulang :
1.      Tulang di haluskan dan di potong dengan panjang 5-10 cm, direbus selama 2-4 jam dengan suhu 100 derejat celcius. Kemudian dihaluskan dan dihancurkan hingga menjadi serpihan – serpihan dengan panjang 1-3 cm.
2.      Serpihan tulang tersebut direndam didalam lauran air kapur 10 % yang sudah disediakan, didiamkan selama 4-5 minggu dan dicuci dengan air tawar.
3.      Kemudian lakukan pemisahan dengan tiga tahap pemanasan dengan suhu 60 derajat celcius selama 4 jam, suhu 70 derajat celcius elama 4 jama dan 100 derajat celcius selama 5 jam.
4.      Lalu setelah itu, lakukan pengerikan tulang dengan suhu 100 derejat celcius baik menggunakan mesin oven atau menggunakan bantuan sinar matahari. Hingga kadar air di dalam tulang tersebut dapat berkurang sebanyak 5 %.
5.      Selanjutnya lakukan penggilingan dengan menggunakan mesin penggiling maupun dengan cara alternatif menggunakan palu dan landasan hingga menjadi tepung tulang.
6.      Setelah menjadi tepung, lakukan pengeringan kembali dan jika sudah kering lakukan pengemasan dan penyimpanan dengan suhu ruangan yang baik dan normal.
.Cara pengolahan Daun Pepaya dan getah pepaya
1.      Persiapkan daun pepaya, usahakan cari daun pepaya yang masih muda karena daun yang muda tersebut teksturnya masih lembut sehingga mudah dicerna, berbeda dengan daun pepaya yang sudah tua pastinya akan lebih sulit dicerna dan rasanya pun sudah berbeda.
2.      Setelah itu daun pepaya dicuci bersih dilakukan perebusan daun pepaya. Untuk daun pepaya yang muda perebusan dilakukan 2 – 5 menit. Sedangkan untk daun yang sudah tua bisa dilakukan perebusan 10 – 15 menit.
3.      Kemudian setelah itu daun pepaya tadi dicincang-cincang dan selanjutnya dikeringkan setelah itu digiling hingga menjadi tepung.
4.      Selanjutnya jika ingin menggunakan getah dari pohon pepaya juga bisa dimanfaatkan untuk membuat ayam diet dalam pengomsumsian sebuah ransum. Jika ingin menggunakan getahnya, kumpulkan terlebih dahulu getahnya kemudian keringkan dan giling sehingga menjadi tepung.
Untuk proses selanjutnya semua bahan di campur dengan menggunakan perkiraan yang tepat dan seimbang untuk menghasilkan ransum yang baik bagi kebutuhan energi ayam kampung (Gallus-gallus domesticus). Dengan adanya aplikasi UFFF atau User Friendly Feed Formulation. Kita bisa menyusun ransum seakurat mungkin. Setelah itu, ketika semua bahannya telah siap dan telah dianalisis dengan akurat maka bisa langsung dimasukkan kedalam kapsul yang telah disediakan. Kapsul yang digunakan harus disesuaikan dengan kandungan bahan-bahan yang telah dipersiapkan.



BAB V
PENUTUP
V.1      Kesimpulan
MABBALA BEKKU LUCU-LUCU atau kepanjangan dari (Memanfaatkan makanan basi dalam bentuk kapsul untuk kebutuhan Gallus-gallus domesticus) merupakan suatu kapsul yang telah dirancang khusus bagi ayam berfungsi sebagai pelengkap nutrisi yang akan dibutuhkan dengan menggunakan bahan pokok makanan basi (nasi basi), dedak jagung, serangga (anai-anai/rayap/laron), tepung tulang serta daun pepaya.

V.2      Saran
Bulatkan niat dan tekat untuk benar-benar mengerjakan suatu penulisan karya ilmiah. Cara manajemen waktu harus benar-benar diperhitungkan seakurat mungkin. Jangan selalu menunda-nunda dalam pencarian semua informasi yang berkaitan dengan karya tulis yang aka dibuat. Usahakan selalu menanyakan dan berkonsultasi dengan koordinator/ dosen demi kelancaraan dan ketepatan penulisan karya  ilmiah. Usahakan tidak mencopy-paste karya tulis orang lain yang terdapat didalam internet. Sebaiknya melakukan penelitian didalam laboratorium untuk mendapatkan hasil yang real dan tidak memperkira-kira.



DAFTAR PUSTAKA
makanan-terbuang-percuma. Diakses pada tanggal 26 Agustus2015
pengertian-kapsul-capsulae.html. Diakses pada bulan  Oktober
2014.
telur-ayam-kampung.html. diakses pada bulan mei 2014.
pada tangga 18 november 2015
protein-hewani/. Diakses pada tanggal 6 juli 2015
pakan-tambahan-ayam.html. Diakses pada tanggal 13 April 2015.
makanan-terbuang-global-warming/. Diakases pada tanggal 19 Juli
2013.
penyebab diakses pada tanggal 26 Agustus 2015.
pakan-burung-alternatif/. Diakses pada tanggal 23 desember 2012.
Rasyaf, M. 2005. Beternak Ayam Kampung. Jakarta : Penebar Swadaya
Rasyaf, M. 2011. Panduan Beternak Ayam Pedaging. Jakarta : Penebar Swadaya
Rasyaf, M. 1991. Seputar Makanan Ayam Kampung. Jakarta : Kanisius
Rasyaf,M.2011. Beternak Ayam Kampung). Jakartan: Penebar Swadaya.



RIWAYAT HIDUP

1.      RETNO MEITIA
Nama lengkap Retno Meitia, tempat lahir di Ukkee Soppeng, 27 mei 1998. Pengalaman organisasi yang saya alami yaitu pernah menjadi Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK), Sekertaris Palang Merah Remaja (PMR) pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP Negeri 1 Donri-donri). Menjadi Koordinator Bidang OSIS periode 2013/2014, menjadi Wakil Ketua OSIS II, menjadi Koordinator Bidang di Siswa Pencinta Musholah (SPM), menjadi koordinator bidang di Palang Merah Remaja (PMR) serta menjadi ketua PIK-Remaja periode 2015/2016 pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA Negeri 3 watansoppeng). Pernah mengikuti lomba karya tulis ilmiah tingkat kabupaten dengan judul Bahaya Narkoba namun tidak berhasil meraih gelar juara.



2.      AAN DERMAWAN SAPUTRA
Aan Darmawan Saputa dilahirkan di Watampone 18 Agustus 1998. Tahun 2004 saya melalui pendidikannya di SD 33/7 Walanae. Tahun 2010 dia menyelesaikan pendidikannya sekolah dasar. Kemudian tahun 2013 penulis menyelesaikan pendidikannya di SMP Negeri 1 Watampone. Dia juga telah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 4 WAtampone. Sekarang dia terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Pengalaman organisasi selama 12 tahun jejang pendidikan sebagai anggota Pramuka di SMAN 4 Watampone dan sebagai anggota ELITE SMAN 4 Watampone. Prestasi yang pernah di dapat dari dia salah satunya Juara 3 harapan bidang studi Matematika Sekolah Pertama tahun 2011. Saya tidak pernah mengikuti lomba karya tulis ilmiah.




3.      RISNA
Nama lengkap risna, tempat tanggal lahir Siwa, 14 Maret 1998, riwayat organisasi pernah mengikuti ekstrakurikuler pramuka di SMA Negeri 1 Petasia. Saya tidak pernah mengikuti lomba karya ilmiah.




4.      APRIALDI IMAM SAM
Aprialdi Imam Sam dilahirkan di Watampone 22 April 1998. Tahun 2004 saya melalui pendidikannya di SD Inpres 12/79 Macanang. Tahun 2010 dia menyelesaikan pendidikannya sekolah dasar. Kemudian tahun 2013 penulis menyelesaikan pendidikannya di MTsN Watampone. Dia juga telah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 4 WAtampone. Sekarang dia terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Pengalaman organisasi selama 12 tahun jejang pendidikan sebagai anggota Pramuka di SMAN 4 Watampone,anggota Rohis dan Paskibra. Prestasi yang pernah di dapat dari dia salah satunya Juara 1 bidang studi Pendidikan Agama Islam pada jenjang SMA. Saya tidak pernah mengikuti lomba karya tulis ilmiah.




Komentar

Postingan populer dari blog ini