PENULISAN ARTIKEL ILMIAH, ABSTRAK, KATA KUNCI DALAM JURNAL ILMIAH

BAHASA INDONESIA
PENULISAN ARTIKEL ILMIAH, ABSTRAK, KATA KUNCI
 DALAM JURNAL ILMIAH


Oleh :
Ishaq Kurniawan I111 16 339
Resky Oland Lande I111 16 340
Ahmad Purnomo Muarif I111 16 523
Renaldy Alimuddin I111 16 526
Retno Meitia I111 16 513
Ufrawati I111 16 512
Aurelia Yulianti Sudarmanto I111 16 337
Aulia Farani I111 16 338


 














FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016




KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui penulisan artikel ilmiah, abstrak, kata kunci dalam jurnal ilmiah. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan, baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang, kaidah penulisan karya ilmiah dalam jurnal ilmiah, penulisan artikel ilmiah dalam jurnal ilmiah serta format artikel ilmiah hasil penelitian. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing yang telah banyak membantu penyusun makalah ini sehingga dapat terselesaikan tepat waktunya.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya makalah ini. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.

Makassar, November 2016


Penulis            



DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................................
KATA PENGANTAR .............................................................................
DAFTAR ISI ............................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
I.1  Latar Belakang .........................................................................
I.2 Batasan Masalah ........................................................................
I.3 Rumusan Masalah .....................................................................
I.4 Tujuan dan  Manfaat Penulisan .................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III PEMBAHASAN
 III.1 Kaidah Penulisan Karya Ilmiah Dalam Jurnal Ilmiah ............
 III.2 Penulisan Artikel Ilmiah Dalam Jurnal Ilmiah .......................
 III.3 Format Artikel Ilmiah Hasil Penelitian ..................................
BAB IV PENUTUP
IV.1 Kesimpulan .............................................................................
 IV.2 Saran ......................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................

ii
iii

1
2
2
2
3

4
5
7

12
13
14



BAB I
PENDAHULUAN
 I.1       Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan terjadi melalui kreativitas dan skeptisisme, keterbukaan pada kontribusi ilmu baru, serta kegigihan dalam mempertanyakan kontribusi yang diberikan dan konsensus keilmuan yang berlaku. Perkembangan teknologi tentunya juga mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan secara berarti. Dalam dunia informasi ada berbagai macam bentuk penyampian informasi berita. Salah satu contohnya adalah artikel. Artikel itu sendiri memiliki banyak macam jenisnya.
Masuknya hasil penelitian yang merupakan pengetahuan individu ke dalam lingkup pengetahuan ilmiah, terjadi setelah hasil penelitian dipresentasikan atau dikomunikasikan dengan cara tertentu sehingga dapat dinilai kebenarannya. Cara yang efektif dan dijadikan standar dalam mempresentasikan dan mengkomunikasikan hasil penelitian adalah dengan cara ditulis dalam bentuk artikel (paper) ilmiah, dan dipublikasikan pada majalah / jurnal ilmiah yang di review.
Penulisan artikel ilmiah merupakan jembatan antara peneliti dengan pembaca, penulisannya membutuhkan teknik khusus. Penulis artikel dituntut untuk dapat menulis dengan gaya bahasa sendiri. Artikel ilmiah juga suatu bentuk kontribusi keilmuan pada kemajuan iptek, dan dapat dipandang sebagai sarana promosi diri seorang ilmuwan. Secara universal penulisan artikel ilmiah sudah dimapankan mengikuti aturan yang ada. Hal ini adalah untuk memudahkan komunikasi antar ilmuwan. Untuk menjamin efektifitas transformasi ilmiah maka suatu artikel ilmiah harus memenuhi tiga unsur, logika ilmu yang tepat, bahasa yang jelas, lugas dan komunikatif, serta sesuai dengan aturan jurnal yang akan memuat artikel tersebut.
Seorang penulis perlu taat mengikuti konvensi dari masing-masing bidang ilmu yang ditekuninya dengan berpedoman pada jurnal ilmiahnya. Masing-masing jurnal mempunyai gaya selingkung sendiri yang dapat diikuti pada petunjuk penulisan bagi yang ingin menerbitkan karya ilmiahnya. .


I.2        Batasan masalah
Batasan dalam penulisan makalah ini adalah tata cara menulis karya ilmiah yang memenuhi aturan yang telah disepakati. Penulisan makalah ini membahas mengenai penulisan karya ilmiah yang memperhatikan tata letak penulisan dengan penyesuaian jenis karya ilmiah yang akan dibuat.
I.3        Rumusan masalah.
Dari latar belakang tersebut kita dapat merumuskan masalah :
1.      Bagaimana kaidah penulisan ilmiah dalam jurnalilmiah ?
2.      Bagaimana penulisan artikel ilmiah dalam jurnal ilmiah ?
3.      Bagaimana format artikel ilmiah hasil penelitian ?
I.4        Tujuan dan maanfaat penulisan
Tujuan dalam penulisan artikel ilmiah yaitu :
Mendeskripsikan  cara menguraikan atau membahas pokok masalah yang telah ditentukan dan diteliti serta  mampu mendeskripsikan pembatasan ruang lingkup artikel ilmiah tersebut.
Adapun manfaat menulis artikel ilmiah yaitu :
Penulis mengharapkan penulisan artikel ilmiah dapat menjadi sarana untuk menyampaikan ide penulis dalam mengembangkan daya imajinasi serta kreatif, berpikir sistematis,berbahasa secara tertib dan teratur, muemahami tujuan menulis yang nantinya akan mampu menguasai juga sebagai sarana publikasi hasil pemikiran secara ilmiah melalui jurnal ilmiah serta memberi dampak akademis bagi pembaca.












BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
            Karya ilmiah adalah satu karangan yang disusun secara sistematis dan bersifat ilmiah. Sistematis berarti bahwa karangan atau karya tulis tersebut disusun menurut aturan tertentu sehingga kaitan antara bagian-bagian tersebut sangat jelas dan padu. Bersifat ilmiah berarti bahwa karya tulis tersebut satu deskripsi, gagasan, argumentasi atau pemecahan masalah yang didasarkan pada berbagai bukti empirik atau kajian teoritis sehingga para pembacanya dapat merunut atau mencari kebenaran bukti empirik atau teori yang mendukung gagasan tersebut. Wardani, I.G.A.K, dkk (2010).
Karangan ilmiah dibagi menjadi dua yakni karangan ilmiah yang ditujukan kepada masyarakat tertentu ( profesional ) yang biasanya bersifat karya ilmiah tinggi yang disebut dengan istilah karya ilmiah dan  karangan ilmiah yng ditujukan kepada masyarakat umum yang disebut dengan istilah karangan ilmiah populer. Menutut Jones ( 1960 ) 
            Artikel adalah karangan tertulis yang penjaganya tak tentu yang bertujuan menyampaikan gagasan atau fakta dengan maksud meyakinkan mendidik atau menghibur. Understanding magazines, Iowa (1969:439). Pengertian ilmiah adalah segala sesuatu yang bersifat keilmuan, didasarkan kepada ilmu pengeahuan, atau memenuhi syarat atau kaidah ilmu pengetahuan. Segala sesuatu yang dibuat berdasarkan kaidah ilmu pengetahuan dapat disebut bersifat ilmiah seperti, metode ilmiah, artikel ilmiah, kaya tulis ilmiah dan sebagainya. Kamus Besar Bahasa Indonesia (2016)
            Kaidah penulisan artikel ilmiah dalam suatu jurnal dapat dibagi menjadi dua, yaitu kaidah penulisan yang bersifat universal dan kaidah penulisan yang bersifat selingkung. Laporan penelitian resmi dapat dibedakan dengan laporan dalam bentuk artikel ilmiah yaitu berupa bahan, sistematika, dan prosedur penulisan. Anonim (2014).



BAB III
PEMBAHASAN
 III.1    Kaidah Penulisan Karya Ilmiah Dalam Jurnal Ilmiah
Karya tulis ilmiah adalah representasi hasil pemikiran penulis atas suatu objek kajian kepada pembaca melalui bahasa tulis dengan mengikuti sistematika dan kaidah penulisan ilmiah. Artikel ilmiah memiliki beberapa aspek yaitu (1) aspek hasil pemikiran kritis, (2) aspek sistematika yang dijadikan dasar pembeda antara bentuk karya tulis dalam bentuk artikel dengan bentuk karya tulis yang lain, (3) aspek kaidah penulisan harus ditaati baik yang bersifat universal maupun yang bersifat selingkung.
Berkaitan dengan hal tersebut, artikel ilmiah dapat berbentuk hasil pemikiran atas suatu objek yang berasal dari hasil penelitian. Artikel ilmiah ini disebut artikel hasil penelitian. Bentuk hasil pemikiran atas suatu objek kajian berupa gagasan atau pemikiran hasil analisis kritis, maka artikel ilmiah ini disebut artikel konseptual. (artikel nonpenelitian).
Ada tiga hal yang membedakan artikel hasil penelitian dan laporan penelitian adalah aspek bahan yang ditulis, sistematika, dan prosedur penulisannya. Bahan yang ditulis dalam artikel hasil penelitian lebih ditekankan pada isi berupa hasil atau temuan penelitian, pembahasan, dan kesimpulan. Dalam artikel penelitian cukup disajikan secara singkat dan sepenuhnya, misalnya kajian pustaka lazim disajikan untu mengawali artikel dan merupakan pembahasan rasional pentingnya masalah penelitian ini. Aspek sistematika dalam artikel hasil penelitian, kajian pustaka ditempatkan pada bagian pendahuluan tanpa sub judul yang berfungsi sebagai paparan latarbelakang masalah yang diakhiri dengan rumusan tujuan penelitian. Selanjutnya disajikam hal-hal yang berkaitan dengan metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan.
Dalam penulisan artikel ilmiah berupa artikel hasil penelitian dan artikel konseptual, perlu diperhastikan dan diterapkan kaidah-kaidah penulisan yang ditetapkan dalam persyaratan yang ada dalam jurnal ilmiah. Kaidah penulisan artikel ilmiah dalam suatu jurnal dapat dibagi menjadi dua, yaitu kaidah penulisan yang bersifat universal dan kaidah penulisan yang bersifat selingkung. Secara umum, kaidah penulisan yang bersifat universal lebih berfokus pada kaidah-kaidah penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dikaitkan dengan pemilihan ragam bahasa yang sesuai dengan konteks dan situasi, sedangkan penggunaan bahasa Indonesia yang berkaitan dengan kaidah bahasa berupa bahasa Indonesia baku dan bahasa Indonesia tidak baku.
Kaidah penulisan karya ilmiah yang bersifat selingkung berkaitan dengan norma-norma penulisan artikel ilmiah berdasarkan konvensi yang lebih bersifat teknis yang harus diikuti oleh penulis artikel. Seorang penulis artikel harus mengikuti aturan-aturan yang dibuat oleh pengelolah jurnal ilmiah tersebut. Berkaitan dengan ini, ada perbedaan aturan atau cara yang ada pada satu jurnal  dengan jurnal yang lain. Untuk itu penulisan artikel ilmiah perlu mengetahui tata cara atau aturan yang telah ditetapkan oleh pengelolah jurnal. Kaidah selingkung yang telah ditetapkan oleh pengelola jurnal harus ditaati oleh penulis artikel ilmiah.
 III.2    Penulisan Artikel Ilmiah Dalam Jurnal Ilmiah
Hasil penelitian ditulis dalam bentuk artikel dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah memiliki kelebihan dibandingkan dengan penulisan hasil penelitian dalam bentuk laporan penelitian. Laporan penelitian berisi hal-hal yang menyeluruh dan lengkap sehingga naskahnya cenderung tebal. Akibanya, hasil laporan penelitian tersebut sangat terbatas pembacanya dan untuk kalangan tertentu saja. Sebaliknya, hasil penelitian yang ditulis dalam artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal ilmiah berisi hal-hal yang penting-penting saja. Setiap kali terbit dalam sebuah jurnal memuat beberapa artikel. Jurnal yang diterbitkan oleh suatu lembaga misalnya oleh suatu jurusan, fakultas, atau institusi yang lain akan dibaca oleh minimal para dosen/guru, karyawan, mahasiswa dan para siswa sehingga hasil penelitian dalam artikel ilmiah (jurnal) memiliki pembaca yang lebih banyak dibandingkan dengan pembaca laporan hasil penelitian. Hasil penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel dalam jurnal akan memberikan dampak akademik yang lebih cepat dan luas daripada laporan hasil penelitian.
Laporan penelitian resmi dapat dibedakan dengan laporan dalam bentuk artikel ilmiah, yaitu berupa bahan, sistematika, dan prosedur penulisan, pembeda yang pertama antara laporan hasil penelitian dengan artikel hasil penelitian adalah bahan yang ditulis. Artikel hasil penelitian untuk jurnal hanya berisi hal-hal yang penting-penting saja. Bagian yang dianggap paling penting untuk disajikan dalam artikel hasil penelitian adalah temuan penelitian, pembahasan hasil temuan, dan kesimpulan. Hal-hal selain ketiga hal tersebut cukup disajikan dalam bentuk singkat. Kajian pustaka lazim disajikan untuk mengawali artikel dan merupakan suatu pembahasan tentang pentingnya penelitian itu bagian awal ini berfungsi sebagai latar belakang penelitian.
Ciri pokok kedua yang membedakan artikel hasil penelitian dengan laporan penelitian teknis resmi adalah sistematia penulisan yang dipakai. Dalam laporan penelitian teknis resmi, kajian pustaka lazimnya disajikan diabagian kedua (Bab II), yakni setelah bagian yang membahas masalah, pentingnya penelitian, hipotesis (jika ada),dan tujuan penelitian. Dalam artike hasil penelitiam, kajian pustaka merupaka bagian awal dari artikel (tanpa subjudul kajian pustaka) yang berfungsi sebagai bagian penting dari latar belakang. Kajian pustaka yang sekaligus berfungsi sebagai pembahasan latar belakang masalah penelitian ditutup dengan rumusan tujuan penelitian. Setelah itu, berturut-turut disajikan hal-hal yang berkaitan dengan prosedur penelitian, hasil dan temuan penelitian,  hasil pembahasan, kesimpulan dan saran.
Ciri pokok ketiga adalah prosedur penulisan artikl hasil penelitian. Ada tiga kemungkinan prosedur penulisan artikel hasil penelitian. Pertama, artikel hasil penelitian dapat ditulis sebelum laporan penelitian teknis resmi secara lengkap dibuat. Tujuannya untuk menjaring masukan-masukan dari pihak pembaca (masyarakat akademik) sebelum peneliti menyelesaikan tulisan lengkapnya dalam bentuk laporan penelitian teknis resmi. Masukan yang diperoleh dari pihak pembaca diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas hasil-hasil temuan penelitiannya. Kedua, artikel hasil penelitian untuk jurnal ditulis setelah laporan penelitian teknis resmi selesai disusun. Prosedur yang kedua ini berlaku karena pada umumnya penulisan laporan penelitian teknis resmi merupakan kewajiban, sedangkan penulisan artikelnya hanya bersifat anjuran. Alternatif ketiga, artikel hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal merupakan satu-satunya tulisan yang dibuat oleh peneliti. Alternatif ketiga ini lazim dilakukan oleh peneliti yang mendanai penelitiannya sendiri. Bagi penelitian swadana, artikel hasil penelitian dalam jurnal merupakan forum komunikasi yang paling efektif dan efisien.
 III.3    Format Artikel Ilmiah Hasil Penelitian
a.       Isi dan sistematika
Penulisan artkel menggunakan sistematika tanpa angka ataupun abjad. Contoh lebih rinci disajikan pada bagian II pedoman ini. Berikut ini disajikan uraian tentang isi artikel hasil peenlitian secara umum yang berlaku untuk hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif.
b.      Judul
Judul artikel hendaknya informatif, lengkap, tidak terlalu panjang atau terlalu pendek, yaitu antara 5-15 kata. Judul artikel memuat variabel-variabel yang diteliti atau akata-kata kunci yang menggambarkan masalah yang diteliti.
c.       Nama penulis
Nama penulis ditulis tanpa gelar kesarjanaan atau gelar lain apa pun. Nama lengkap dengan gelar akademik ditulis di sebelah bawah halaman pertama. Nama lembaga tempat bekerja peneliti juga di tulis sebagai catatan kaki dihalaman pertama. Jika lebih dari tiga peneliti, hanya nama peneliti utama saja yang dicantumkan dibawah judul, nama peneliti lain ditulis dalam catatan kaki.
d.      Sponsor
Nama sponsor penelitian ditulis sebagai catatan kaki pada halaman pertama, diletakkan diatas nama lembaga asal peneliti.
e.       Abstrak dan kata-kata kunci
Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang ide-ide yang paling penting. Abstrak memuat masalah dan tujuan penelitian, prosedur penelitian (untuk penelitian kualitatif etrmasuk deskripsi tentang subjek yang diteliti), dan ringkasan hasil penelitian (bila dianggap perlu, juga kesimpulan dan implikasi). Tekanan diberikan pada hasil penelitian. Hal-hal lain seperti hipotesis, pembahasan, dan saran tidak disajikan. Panjang abstrak 50 -100 kata dan ditulis dalam satu paragraf. Abstrak diketik dengan spasi tunggal dengan menggunakan format yang lebih sempit dari teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk lima ketukan).
Kata-kata kunci adalah kata-kata pokok ynag menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau istilah-istilah yang merupakan dasar pemikiran gagasan dalam karangan asli, berupa kata tunggal atau gabungan kata. Jumlah kata kunci sekitar lima buah. Kata-kata kunci diperlukan untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah. Dengan kata-kata kunci kita dapat menemukan judul-judul penelitian beserta abstraknya dengan mudah.
f.       Pendahuluan
Pendahuluan tidak diberi judul, ditulis langsung setelah abstrak. Bagian ini menyajikan kajian pustaka yang berisi paling sedikit tiga gagasan : (1) latar belakang atau rasional penelitian ; (2) masalah dan wawan rencana pemecahan masalah ; (3) rumusan tujuan penelitian dan harapan tentang manfaat hasil penelitian.
Sebagai kajian pustaka, bagian ini harus disertai rujukan yang bisa dijamin otoritas penulisnya. Jumlah rujukan harus proposional (tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak). Pembahsan kepustakaan harus disajikan secara ringkas, padat, dan langsung mengenai masalah yang diteliti. Aspek yang dibahas dapat berupa landasan teorinya, segi historinya, atau segi lainnya. Penyajian latar belakang atau rasional penelitian hendaknya sedemikian rupa sehingga menggiring pembaca ke rumusan masalah penelitian yang dilengkapi dengan rencana pemecahan masalah dan akhirnya kerumusan masalah penelitian yang dilengkapi dengan rencana pemecahan masalah dan akhirnya kerumusan tujuan. Untuk penelitian kualitatif dibagian ini dijelaskan juga fokus penelitian dan uraian konsep yang berkaitan dengan fokus penelitian.
Panjang bagian pendahuluan sekitar 2-3 halaman kuarto dengan diketik spasi 1,5.
g.      Metode
Pada dasarnya bagian ini menyajikan bagaimanan penelitian itu dilakukan. Uraian disajikan dalam beberapa paragraf tanpa subbagian, atau dipilah-pilah menjadi beberapa subbagian. Hanya hal-hal yang pokok saja yang disajikan. Uraian tentang rancangan penelitian tidak perlu diberikan.
Materi pokok bagian ini adalah bagaimana data dikumpulkan, siapa sumber data, dan bagaimana data dianalisis. Apabila uraian ini disajikan dalam subbagian, maka subbagian itu antara lain berisi keterangan tentang populasi dan sempel (atau subjek), instrumen pengumpulan data, rancangan penelitian (terutama jika dipakai rancangan yang cukup kompleks seperti rancangan eksperimental), dan teknik analisis data.
Penelitian yang menggunakan alat dan bahan perlu di tulis spesifikasi alat dan bahannya. Spesifikasi alat menggambarkan tingkat kecanggihan alat yang dipaaki, sedangkan spesifikasi bahan juga perlu di berikan karena penelitian ulang dapat berbeda dari penelitian perdana apabila spesifikasi bahan yang dipakai berbeda.
Untuk penelitian kalitatif perlu ditambahkan perian mengenai kehadiran peneliti, subjek penelitian dan informasi beserta cara-cara menggali data penelitian, lokasi penelitian dan lama penelitian. Selain itu, juga diberikan uraian mengenai pengecekan keabsahan hasil penelitian.
h.         Hasil
Bagian hasil adalah bagian utama artikel ilmiah dan biasanya merupakan bagia terpanjang. Bagian ini meyajikan hasil-hasil analisis data yang dilaporkan adalah hasil bersih. Proses analisi data (seperti perhitngan statistik) tidak perlu disajikan. Proses pengujian hipotesis pun tidak perlu disajikan, termasuk pembanding antara kofisien dalam label statistik. Yang dilaporkan adalah hasil analisi dan hasil pengujian hipotesis.
Hasil analisi boleh disajikan dengan tabel atau grafik. Tabel aatau grafik harus diberi komentar atau dibahas. Pembahsan tidak harus dilakukan pertabel atau grafik. Tabel atau grafik digunakan untuk memperjelas penyajian hasil secara verbal.
Apabila hasil yang disajikan cukup panjang, penyajian dapa dilakukan dengan cara memilah-milah menjadi subbagian-subbagian sesuai dengan penjabaran masalah penelitian. Apabila bagian ini pendek, dapat digabung dengan bagian pembahasan. Untuk penelitian kualitatif, bagian hasil memuat bagian pembahasan. Untuk penilaian kualitatif, bagian hasil memut bagian-bagian rinci dalam bentuk sub-subtopik yang berkaitan langsung dengan fokus penelitian.


i.        Pembahasan
Bagian ini adalah bagian yang terpenting dari keseluruh isi artikel ilmiah. Tujuan pembhasan adalah :
-                 Menjawab masalah penelitian, atau menunjukkan bagaimana
tujuan penelitian itu dicapai
-                 Menafsirkan temuan-temuan
-                 Mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan
pengetahuan yang telah mapan
-                 Meyusun teori baru atau memodifikasi teori yang ada.
Dalam menajwab masalah penelitian tau tujuan penelitian, harus disimpulkan hasil-hasil penelitian secara eksplisit. Misalnya, dinyatakan bahwa penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan kognitif anak sampai umur  5 tahun, maka dalam bagian pembahasan haruslah diuraikan pertumbuhan kognitif anak itu sesuai dengan hasil penelitian.
Penafsiran terhadap temuan dilakukan dengan menggunakan logika dan teori-teori yang ada. Misalnya ditemukan terdapat korelasi antara kematangan berpikir dengan lingkungan anak, hal ini dapat ditafsirkan bahwa lingkungan dapat memberikan masukan untuk mematangkan proses kognitif anak. Lingkungan adalah segala sesuatu yang terdapat disekitar anak, termasuk sekolah sebagian tempat belajar.
Temuan diintegrasikan kedalam kumpulan pengetahuan yangs udah ada dengan jalan membandingkan temua itu dengan temuan penelitian sebelumnya, atau dengan teori yang ada, atau dengan kenyataan dilapangan. Dalam membandingkan harus disertai dengan rujukan.
Jika penelitian ini menelaan teori (penelitian dasar), teori yang lama dikonfirmasi atau ditolak, sebagian atau seluruhnya penolakan sebagian dari teori haruslah disertai dengan modifikasi teori, dan penolakan terhadap seluruh teori haruslah disertai dengan rumusan teori baru.
Untuk peelitian kuantitatif, bagian ini dapat pula memuat ide-ide peneliti, keterkaitan anatara kategori-kategori dan dimensi-dimensi serta posisi temuan atau penelitian terhadap temuan dan teori sebelumnya.

j.        Kesimpulan dan saran
Kesimpulan menyajikan ringkasan dan uraian yang disajikan pada bagian hasil dan pembahsan. Berdasarkan uraian pada bagian kedua tersebut, dikembangkan pokok-pokok pikiran yang merupakan esensi dari uraian tersebut. Kesimpulan disajikan dalam bentuk esei, bukan adlam bentuk numerik.
Saran disusun mengacu kepada tindakan praktis, atau pengembangan teoritis, dan penelitian lanjutan. Bagian saran dapat berdiri sendiri. Bagian kesimpulan sarana dapat pula sebagai bagian penutup.
k.      Daftar rujukan
Daftar rujukan harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam batang tubuh artikel ilmiah. Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftra rujukan harus sudah disebutkan dalam batang tubuh artikel.  Demikian pula semua rujukan yang disebutkan dalam batang tubuh harus dijadikan dalam daftar rujukan. Uraian dan teknik penulisan daftar rujukan akan dibahs secara tunyas dan lugas pada bagian selanjutnya.Contoh format penulisan artikel ilmiah hasil penelitian :
-   Judul
-   Nama penulis
-   Abstrak dan kata kunci
-   Pendahuluan
-   Metode
-   Hasil/pembahasan
-   Kesimpulan
-   Daftar pustaka.
         



BAB IV
PENUTUP
IV.1     Kesimpulan
Kaidah penulisan artikel ilmiah dalam suatu jurnal dapat dibagi menjadi dua, yaitu kaidah penulisan yang bersifat universal (kaidah penulisan yang bersifat universal lebih berfokus pada kaidah-kaidah penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar, penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar)  dan kaidah penulisan yang bersifat selingkung (berkaitan dengan norma-norma penulisan artikel ilmiah berdasarkan konvensi yang lebih bersifat teknis yang harus diikuti oleh penulis artikel)
Laporan penelitian resmi dapat dibedakan dengan laporan dalam bentuk artikel ilmiah yaitu berupa bahan, sistematika, dan prosedur penulisan.  Bahan yang ditulis. Artikel hasil penelitian untuk jurnal hanya berisi hal-hal yang penting-penting saja (misalnya temuan penelitian, pembahasan hasil temuan, dan kesimpulan). Sistematika penulisan yang dipakai. Dalam laporan penelitian teknis resmi, kajian pustaka lazimnya disajikan diabagian kedua (Bab II), yakni setelah bagian yang membahas masalah, pentingnya penelitian, hipotesis (jika ada),  dan tujuan penelitian. Prosedur penulisan artikl hasil penelitian. Ada tiga kemungkinan prosedur penulisan artikel hasil penelitian yaitu : (1) Artikel hasil penelitian dapat ditulis sebelum laporan penelitian teknis resmi secara lengkap dibuat. (2) Artikel hasil penelitian untuk jurnal ditulis setelah laporan penelitian teknis resmi selesai disusun. (3) Artikel hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal merupakan satu-satunya tulisan yang dibuat oleh peneliti.
Format penulisan artikel ilmiah hasil penelitian meliputi Isi dan sistematika, judul, nama penulis, sponsor, abstrak dan kata kunci, pendahuluan yang berisi (1) latar belakang atau rasional penelitian(2) masalah dan wawasan rencana pemecahan masalah ; (3) rumusan tujuan penelitian dan harapan tentang manfaat hasil penelitian, adanya metode, hasil, pembahasan, kesimpulan dan saran serta daftar rujukan.




IV.2     Saran
Dengan adanya makalah ini, diharapkan dalam proses penulisan karya ilmiah dapat memenuhi aturan-aturan yang telah disepakati. Penulisan karya ilmiah yang memenuhi aturan berguna dalam menyampaikan informasi yang mudah dipahami dikarenakan penulisannya yang sistematis. Dalam penulisan karya ilmiah perlu diperhatikan jenis karya tulis yang akan digunakan sebagai acuan dalam penulisan.
DAFTAR PUSTAKA
___________. (2014). Bahasa Indonesia. Makassar : UPT MKU Universitas
Hasanuddin Makassar.

Santoso, U. (2011). Kiat-kiat Penulisan Artikel Ilmiah Dalam Jurnal Ilmiah

Internasional.Dapat diakses pada URL:http://jurnalekis.blogspot.co.id/2011/09/kiat-kiat-penulisan-artikel-ilmiah.html

 

Wardani,I.G.K, dkk.(2010). Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta : Universitas


Terbuka

Komentar

Postingan populer dari blog ini