PENULISAN ARTIKEL ILMIAH, ABSTRAK, KATA KUNCI DALAM JURNAL ILMIAH
BAHASA
INDONESIA
PENULISAN
ARTIKEL ILMIAH, ABSTRAK, KATA KUNCI
DALAM JURNAL ILMIAH
Oleh
:
Ishaq Kurniawan
I111 16 339
Resky Oland
Lande I111 16 340
Ahmad Purnomo
Muarif I111 16 523
Renaldy Alimuddin
I111 16 526
Retno Meitia
I111 16 513
Ufrawati I111 16
512
Aurelia Yulianti
Sudarmanto I111 16 337
Aulia Farani
I111 16 338
FAKULTAS
PETERNAKAN
UNIVERSITAS
HASANUDDIN
MAKASSAR
2016
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin
penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui penulisan
artikel ilmiah, abstrak, kata kunci dalam jurnal ilmiah. Makalah ini disusun
oleh penyusun dengan berbagai rintangan, baik itu yang datang dari diri
penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan
pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang, kaidah penulisan karya ilmiah
dalam jurnal ilmiah, penulisan artikel ilmiah dalam jurnal ilmiah serta format
artikel ilmiah hasil penelitian. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada
guru pembimbing yang telah banyak membantu penyusun makalah ini sehingga dapat terselesaikan
tepat waktunya.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh
dari sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
sifatnya membangun guna sempurnanya makalah ini. Penulis berharap semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.
Makassar, November 2016
Penulis
DAFTAR
ISI
|
HALAMAN JUDUL.................................................................................
KATA PENGANTAR .............................................................................
DAFTAR ISI ............................................................................................
BAB
I PENDAHULUAN
I.1 Latar
Belakang .........................................................................
I.2 Batasan Masalah ........................................................................
I.3 Rumusan Masalah .....................................................................
I.4 Tujuan dan Manfaat Penulisan .................................................
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA
BAB
III PEMBAHASAN
III.1 Kaidah Penulisan Karya Ilmiah Dalam
Jurnal Ilmiah ............
III.2 Penulisan Artikel Ilmiah Dalam Jurnal
Ilmiah .......................
III.3 Format Artikel Ilmiah Hasil Penelitian
..................................
BAB
IV PENUTUP
IV.1 Kesimpulan .............................................................................
IV.2 Saran ......................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA ...............................................................................
|
ii
iii
1
2
2
2
3
4
5
7
12
13
14
|
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar
Belakang
Perkembangan
ilmu pengetahuan terjadi melalui kreativitas dan skeptisisme, keterbukaan pada
kontribusi ilmu baru, serta kegigihan dalam mempertanyakan kontribusi yang
diberikan dan konsensus keilmuan yang berlaku. Perkembangan teknologi tentunya
juga mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan secara berarti. Dalam dunia
informasi ada berbagai macam bentuk penyampian informasi berita. Salah satu
contohnya adalah artikel. Artikel itu sendiri memiliki banyak macam jenisnya.
Masuknya
hasil penelitian yang merupakan pengetahuan individu ke dalam lingkup
pengetahuan ilmiah, terjadi setelah hasil penelitian dipresentasikan atau
dikomunikasikan dengan cara tertentu sehingga dapat dinilai kebenarannya. Cara
yang efektif dan dijadikan standar dalam mempresentasikan dan mengkomunikasikan
hasil penelitian adalah dengan cara ditulis dalam bentuk artikel (paper)
ilmiah, dan dipublikasikan pada majalah / jurnal ilmiah yang di review.
Penulisan artikel ilmiah
merupakan jembatan antara peneliti dengan pembaca, penulisannya membutuhkan
teknik khusus. Penulis artikel dituntut untuk dapat menulis dengan gaya bahasa
sendiri. Artikel ilmiah juga suatu bentuk kontribusi keilmuan pada kemajuan
iptek, dan dapat dipandang sebagai sarana promosi diri seorang ilmuwan. Secara
universal penulisan artikel ilmiah sudah dimapankan mengikuti aturan yang ada.
Hal ini adalah untuk memudahkan komunikasi antar ilmuwan. Untuk menjamin
efektifitas transformasi ilmiah maka suatu artikel ilmiah harus memenuhi tiga
unsur, logika ilmu yang tepat, bahasa yang jelas, lugas dan komunikatif, serta
sesuai dengan aturan jurnal yang akan memuat artikel tersebut.
Seorang penulis perlu
taat mengikuti konvensi dari masing-masing bidang ilmu yang ditekuninya dengan
berpedoman pada jurnal ilmiahnya. Masing-masing jurnal mempunyai gaya
selingkung sendiri yang dapat diikuti pada petunjuk penulisan bagi yang ingin
menerbitkan karya ilmiahnya. .
I.2 Batasan masalah
Batasan dalam penulisan makalah ini adalah tata cara menulis karya ilmiah
yang memenuhi aturan yang telah disepakati. Penulisan makalah ini membahas mengenai
penulisan karya ilmiah yang memperhatikan tata letak penulisan dengan
penyesuaian jenis karya ilmiah yang akan dibuat.
I.3 Rumusan masalah.
Dari latar belakang tersebut kita dapat
merumuskan masalah :
1.
Bagaimana kaidah penulisan ilmiah dalam
jurnalilmiah ?
2.
Bagaimana penulisan artikel ilmiah dalam
jurnal ilmiah ?
3.
Bagaimana format artikel ilmiah hasil
penelitian ?
I.4 Tujuan dan maanfaat penulisan
Tujuan dalam penulisan artikel
ilmiah yaitu :
Mendeskripsikan cara
menguraikan atau membahas pokok masalah yang telah ditentukan dan diteliti
serta mampu mendeskripsikan pembatasan ruang lingkup artikel ilmiah
tersebut.
Adapun manfaat menulis artikel
ilmiah yaitu :
Penulis
mengharapkan penulisan artikel ilmiah dapat menjadi sarana untuk menyampaikan
ide penulis dalam mengembangkan daya imajinasi serta kreatif, berpikir sistematis,berbahasa
secara tertib dan teratur, muemahami tujuan menulis yang nantinya akan mampu
menguasai juga sebagai sarana publikasi hasil pemikiran secara ilmiah melalui
jurnal ilmiah serta memberi dampak akademis bagi pembaca.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
Karya
ilmiah adalah satu karangan yang disusun secara sistematis dan bersifat ilmiah.
Sistematis berarti bahwa karangan atau karya tulis tersebut disusun menurut
aturan tertentu sehingga kaitan antara bagian-bagian tersebut sangat jelas dan
padu. Bersifat ilmiah berarti bahwa karya tulis tersebut satu deskripsi,
gagasan, argumentasi atau pemecahan masalah yang didasarkan pada berbagai bukti
empirik atau kajian teoritis sehingga para pembacanya dapat merunut atau
mencari kebenaran bukti empirik atau teori yang mendukung gagasan tersebut.
Wardani, I.G.A.K, dkk (2010).
Karangan ilmiah dibagi menjadi dua
yakni karangan ilmiah yang ditujukan kepada masyarakat tertentu ( profesional )
yang biasanya bersifat karya ilmiah tinggi yang disebut dengan istilah karya
ilmiah dan karangan ilmiah yng ditujukan kepada masyarakat umum yang
disebut dengan istilah karangan ilmiah populer. Menutut Jones ( 1960 )
Artikel adalah karangan
tertulis yang penjaganya tak tentu yang bertujuan menyampaikan gagasan atau
fakta dengan maksud meyakinkan mendidik atau menghibur. Understanding magazines, Iowa (1969:439). Pengertian ilmiah adalah
segala sesuatu yang bersifat keilmuan, didasarkan kepada ilmu pengeahuan, atau
memenuhi syarat atau kaidah ilmu pengetahuan. Segala sesuatu yang dibuat
berdasarkan kaidah ilmu pengetahuan dapat disebut bersifat ilmiah seperti,
metode ilmiah, artikel ilmiah, kaya tulis ilmiah dan sebagainya. Kamus Besar
Bahasa Indonesia (2016)
Kaidah
penulisan artikel ilmiah dalam suatu jurnal dapat dibagi menjadi dua, yaitu
kaidah penulisan yang bersifat universal dan kaidah penulisan yang bersifat
selingkung. Laporan penelitian resmi dapat dibedakan dengan laporan dalam
bentuk artikel ilmiah yaitu berupa bahan, sistematika, dan prosedur penulisan.
Anonim (2014).
BAB III
PEMBAHASAN
III.1 Kaidah
Penulisan Karya Ilmiah Dalam Jurnal Ilmiah
Karya tulis ilmiah
adalah representasi hasil pemikiran penulis atas suatu objek kajian kepada
pembaca melalui bahasa tulis dengan mengikuti sistematika dan kaidah penulisan
ilmiah. Artikel ilmiah memiliki beberapa aspek yaitu (1) aspek hasil pemikiran
kritis, (2) aspek sistematika yang dijadikan dasar pembeda antara bentuk karya
tulis dalam bentuk artikel dengan bentuk karya tulis yang lain, (3) aspek
kaidah penulisan harus ditaati baik yang bersifat universal maupun yang
bersifat selingkung.
Berkaitan dengan hal
tersebut, artikel ilmiah dapat berbentuk hasil pemikiran atas suatu objek yang
berasal dari hasil penelitian. Artikel ilmiah ini disebut artikel hasil
penelitian. Bentuk hasil pemikiran atas suatu objek kajian berupa gagasan atau
pemikiran hasil analisis kritis, maka artikel ilmiah ini disebut artikel konseptual.
(artikel nonpenelitian).
Ada tiga hal yang
membedakan artikel hasil penelitian dan laporan penelitian adalah aspek bahan
yang ditulis, sistematika, dan prosedur penulisannya. Bahan yang ditulis dalam
artikel hasil penelitian lebih ditekankan pada isi berupa hasil atau temuan
penelitian, pembahasan, dan kesimpulan. Dalam artikel penelitian cukup
disajikan secara singkat dan sepenuhnya, misalnya kajian pustaka lazim
disajikan untu mengawali artikel dan merupakan pembahasan rasional pentingnya
masalah penelitian ini. Aspek sistematika dalam artikel hasil penelitian,
kajian pustaka ditempatkan pada bagian pendahuluan tanpa sub judul yang
berfungsi sebagai paparan latarbelakang masalah yang diakhiri dengan rumusan
tujuan penelitian. Selanjutnya disajikam hal-hal yang berkaitan dengan metode,
hasil, pembahasan, dan kesimpulan.
Dalam penulisan artikel
ilmiah berupa artikel hasil penelitian dan artikel konseptual, perlu
diperhastikan dan diterapkan kaidah-kaidah penulisan yang ditetapkan dalam
persyaratan yang ada dalam jurnal ilmiah. Kaidah penulisan artikel ilmiah dalam
suatu jurnal dapat dibagi menjadi dua, yaitu kaidah penulisan yang bersifat
universal dan kaidah penulisan yang bersifat selingkung. Secara umum, kaidah
penulisan yang bersifat universal lebih berfokus pada kaidah-kaidah penggunaan
bahasa indonesia yang baik dan benar. Penggunaan bahasa indonesia yang baik dan
benar. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dikaitkan dengan pemilihan ragam
bahasa yang sesuai dengan konteks dan situasi, sedangkan penggunaan bahasa
Indonesia yang berkaitan dengan kaidah bahasa berupa bahasa Indonesia baku dan
bahasa Indonesia tidak baku.
Kaidah penulisan karya
ilmiah yang bersifat selingkung berkaitan dengan norma-norma penulisan artikel
ilmiah berdasarkan konvensi yang lebih bersifat teknis yang harus diikuti oleh
penulis artikel. Seorang penulis artikel harus mengikuti aturan-aturan yang
dibuat oleh pengelolah jurnal ilmiah tersebut. Berkaitan dengan ini, ada
perbedaan aturan atau cara yang ada pada satu jurnal dengan jurnal yang lain. Untuk itu penulisan
artikel ilmiah perlu mengetahui tata cara atau aturan yang telah ditetapkan
oleh pengelolah jurnal. Kaidah selingkung yang telah ditetapkan oleh pengelola
jurnal harus ditaati oleh penulis artikel ilmiah.
III.2 Penulisan
Artikel Ilmiah Dalam Jurnal Ilmiah
Hasil penelitian
ditulis dalam bentuk artikel dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah memiliki
kelebihan dibandingkan dengan penulisan hasil penelitian dalam bentuk laporan
penelitian. Laporan penelitian berisi hal-hal yang menyeluruh dan lengkap
sehingga naskahnya cenderung tebal. Akibanya, hasil laporan penelitian tersebut
sangat terbatas pembacanya dan untuk kalangan tertentu saja. Sebaliknya, hasil
penelitian yang ditulis dalam artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal ilmiah
berisi hal-hal yang penting-penting saja. Setiap kali terbit dalam sebuah
jurnal memuat beberapa artikel. Jurnal yang diterbitkan oleh suatu lembaga
misalnya oleh suatu jurusan, fakultas, atau institusi yang lain akan dibaca
oleh minimal para dosen/guru, karyawan, mahasiswa dan para siswa sehingga hasil
penelitian dalam artikel ilmiah (jurnal) memiliki pembaca yang lebih banyak
dibandingkan dengan pembaca laporan hasil penelitian. Hasil penelitian yang
ditulis dalam bentuk artikel dalam jurnal akan memberikan dampak akademik yang
lebih cepat dan luas daripada laporan hasil penelitian.
Laporan penelitian
resmi dapat dibedakan dengan laporan dalam bentuk artikel ilmiah, yaitu berupa
bahan, sistematika, dan prosedur penulisan, pembeda yang pertama antara laporan
hasil penelitian dengan artikel hasil penelitian adalah bahan yang ditulis.
Artikel hasil penelitian untuk jurnal hanya berisi hal-hal yang penting-penting
saja. Bagian yang dianggap paling penting untuk disajikan dalam artikel hasil
penelitian adalah temuan penelitian, pembahasan hasil temuan, dan kesimpulan.
Hal-hal selain ketiga hal tersebut cukup disajikan dalam bentuk singkat. Kajian
pustaka lazim disajikan untuk mengawali artikel dan merupakan suatu pembahasan
tentang pentingnya penelitian itu bagian awal ini berfungsi sebagai latar belakang
penelitian.
Ciri pokok kedua yang
membedakan artikel hasil penelitian dengan laporan penelitian teknis resmi
adalah sistematia penulisan yang dipakai. Dalam laporan penelitian teknis
resmi, kajian pustaka lazimnya disajikan diabagian kedua (Bab II), yakni
setelah bagian yang membahas masalah, pentingnya penelitian, hipotesis (jika
ada),dan tujuan penelitian. Dalam artike hasil penelitiam, kajian pustaka
merupaka bagian awal dari artikel (tanpa subjudul kajian pustaka) yang
berfungsi sebagai bagian penting dari latar belakang. Kajian pustaka yang
sekaligus berfungsi sebagai pembahasan latar belakang masalah penelitian
ditutup dengan rumusan tujuan penelitian. Setelah itu, berturut-turut disajikan
hal-hal yang berkaitan dengan prosedur penelitian, hasil dan temuan
penelitian, hasil pembahasan, kesimpulan
dan saran.
Ciri pokok ketiga
adalah prosedur penulisan artikl hasil penelitian. Ada tiga kemungkinan
prosedur penulisan artikel hasil penelitian. Pertama, artikel hasil penelitian
dapat ditulis sebelum laporan penelitian teknis resmi secara lengkap dibuat.
Tujuannya untuk menjaring masukan-masukan dari pihak pembaca (masyarakat
akademik) sebelum peneliti menyelesaikan tulisan lengkapnya dalam bentuk
laporan penelitian teknis resmi. Masukan yang diperoleh dari pihak pembaca
diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas hasil-hasil temuan penelitiannya.
Kedua, artikel hasil penelitian untuk jurnal ditulis setelah laporan penelitian
teknis resmi selesai disusun. Prosedur yang kedua ini berlaku karena pada
umumnya penulisan laporan penelitian teknis resmi merupakan kewajiban,
sedangkan penulisan artikelnya hanya bersifat anjuran. Alternatif ketiga,
artikel hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal merupakan satu-satunya
tulisan yang dibuat oleh peneliti. Alternatif ketiga ini lazim dilakukan oleh
peneliti yang mendanai penelitiannya sendiri. Bagi penelitian swadana, artikel hasil
penelitian dalam jurnal merupakan forum komunikasi yang paling efektif dan
efisien.
III.3 Format
Artikel Ilmiah Hasil Penelitian
a. Isi
dan sistematika
Penulisan artkel
menggunakan sistematika tanpa angka ataupun abjad. Contoh lebih rinci disajikan
pada bagian II pedoman ini. Berikut ini disajikan uraian tentang isi artikel
hasil peenlitian secara umum yang berlaku untuk hasil penelitian kuantitatif
dan kualitatif.
b. Judul
Judul artikel hendaknya
informatif, lengkap, tidak terlalu panjang atau terlalu pendek, yaitu antara
5-15 kata. Judul artikel memuat variabel-variabel yang diteliti atau akata-kata
kunci yang menggambarkan masalah yang diteliti.
c. Nama
penulis
Nama penulis ditulis
tanpa gelar kesarjanaan atau gelar lain apa pun. Nama lengkap dengan gelar akademik
ditulis di sebelah bawah halaman pertama. Nama lembaga tempat bekerja peneliti
juga di tulis sebagai catatan kaki dihalaman pertama. Jika lebih dari tiga
peneliti, hanya nama peneliti utama saja yang dicantumkan dibawah judul, nama
peneliti lain ditulis dalam catatan kaki.
d. Sponsor
Nama sponsor penelitian
ditulis sebagai catatan kaki pada halaman pertama, diletakkan diatas nama
lembaga asal peneliti.
e. Abstrak
dan kata-kata kunci
Abstrak berisi
pernyataan ringkas dan padat tentang ide-ide yang paling penting. Abstrak
memuat masalah dan tujuan penelitian, prosedur penelitian (untuk penelitian
kualitatif etrmasuk deskripsi tentang subjek yang diteliti), dan ringkasan
hasil penelitian (bila dianggap perlu, juga kesimpulan dan implikasi). Tekanan
diberikan pada hasil penelitian. Hal-hal lain seperti hipotesis, pembahasan,
dan saran tidak disajikan. Panjang abstrak 50 -100 kata dan ditulis dalam satu
paragraf. Abstrak diketik dengan spasi tunggal dengan menggunakan format yang
lebih sempit dari teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk lima
ketukan).
Kata-kata kunci adalah
kata-kata pokok ynag menggambarkan daerah masalah yang diteliti atau
istilah-istilah yang merupakan dasar pemikiran gagasan dalam karangan asli,
berupa kata tunggal atau gabungan kata. Jumlah kata kunci sekitar lima buah.
Kata-kata kunci diperlukan untuk komputerisasi sistem informasi ilmiah. Dengan
kata-kata kunci kita dapat menemukan judul-judul penelitian beserta abstraknya
dengan mudah.
f. Pendahuluan
Pendahuluan tidak
diberi judul, ditulis langsung setelah abstrak. Bagian ini menyajikan kajian
pustaka yang berisi paling sedikit tiga gagasan : (1) latar belakang atau
rasional penelitian ; (2) masalah dan wawan rencana pemecahan masalah ; (3)
rumusan tujuan penelitian dan harapan tentang manfaat hasil penelitian.
Sebagai kajian pustaka,
bagian ini harus disertai rujukan yang bisa dijamin otoritas penulisnya. Jumlah
rujukan harus proposional (tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak).
Pembahsan kepustakaan harus disajikan secara ringkas, padat, dan langsung
mengenai masalah yang diteliti. Aspek yang dibahas dapat berupa landasan
teorinya, segi historinya, atau segi lainnya. Penyajian latar belakang atau
rasional penelitian hendaknya sedemikian rupa sehingga menggiring pembaca ke rumusan
masalah penelitian yang dilengkapi dengan rencana pemecahan masalah dan
akhirnya kerumusan masalah penelitian yang dilengkapi dengan rencana pemecahan
masalah dan akhirnya kerumusan tujuan. Untuk penelitian kualitatif dibagian ini
dijelaskan juga fokus penelitian dan uraian konsep yang berkaitan dengan fokus
penelitian.
Panjang bagian
pendahuluan sekitar 2-3 halaman kuarto dengan diketik spasi 1,5.
g. Metode
Pada dasarnya bagian
ini menyajikan bagaimanan penelitian itu dilakukan. Uraian disajikan dalam
beberapa paragraf tanpa subbagian, atau dipilah-pilah menjadi beberapa
subbagian. Hanya hal-hal yang pokok saja yang disajikan. Uraian tentang
rancangan penelitian tidak perlu diberikan.
Materi pokok bagian ini
adalah bagaimana data dikumpulkan, siapa sumber data, dan bagaimana data
dianalisis. Apabila uraian ini disajikan dalam subbagian, maka subbagian itu
antara lain berisi keterangan tentang populasi dan sempel (atau subjek),
instrumen pengumpulan data, rancangan penelitian (terutama jika dipakai
rancangan yang cukup kompleks seperti rancangan eksperimental), dan teknik
analisis data.
Penelitian yang
menggunakan alat dan bahan perlu di tulis spesifikasi alat dan bahannya.
Spesifikasi alat menggambarkan tingkat kecanggihan alat yang dipaaki, sedangkan
spesifikasi bahan juga perlu di berikan karena penelitian ulang dapat berbeda
dari penelitian perdana apabila spesifikasi bahan yang dipakai berbeda.
Untuk penelitian
kalitatif perlu ditambahkan perian mengenai kehadiran peneliti, subjek
penelitian dan informasi beserta cara-cara menggali data penelitian, lokasi
penelitian dan lama penelitian. Selain itu, juga diberikan uraian mengenai
pengecekan keabsahan hasil penelitian.
h.
Hasil
Bagian hasil adalah
bagian utama artikel ilmiah dan biasanya merupakan bagia terpanjang. Bagian ini
meyajikan hasil-hasil analisis data yang dilaporkan adalah hasil bersih. Proses
analisi data (seperti perhitngan statistik) tidak perlu disajikan. Proses
pengujian hipotesis pun tidak perlu disajikan, termasuk pembanding antara
kofisien dalam label statistik. Yang dilaporkan adalah hasil analisi dan hasil
pengujian hipotesis.
Hasil analisi boleh
disajikan dengan tabel atau grafik. Tabel aatau grafik harus diberi komentar
atau dibahas. Pembahsan tidak harus dilakukan pertabel atau grafik. Tabel atau
grafik digunakan untuk memperjelas penyajian hasil secara verbal.
Apabila hasil yang
disajikan cukup panjang, penyajian dapa dilakukan dengan cara memilah-milah
menjadi subbagian-subbagian sesuai dengan penjabaran masalah penelitian.
Apabila bagian ini pendek, dapat digabung dengan bagian pembahasan. Untuk
penelitian kualitatif, bagian hasil memuat bagian pembahasan. Untuk penilaian
kualitatif, bagian hasil memut bagian-bagian rinci dalam bentuk sub-subtopik
yang berkaitan langsung dengan fokus penelitian.
i.
Pembahasan
Bagian ini adalah
bagian yang terpenting dari keseluruh isi artikel ilmiah. Tujuan pembhasan
adalah :
-
Menjawab masalah penelitian, atau menunjukkan
bagaimana
tujuan
penelitian itu dicapai
-
Menafsirkan temuan-temuan
-
Mengintegrasikan temuan penelitian ke
dalam kumpulan
pengetahuan
yang telah mapan
-
Meyusun teori baru atau memodifikasi
teori yang ada.
Dalam
menajwab masalah penelitian tau tujuan penelitian, harus disimpulkan
hasil-hasil penelitian secara eksplisit. Misalnya, dinyatakan bahwa penelitian
bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan kognitif anak sampai umur 5 tahun, maka dalam bagian pembahasan
haruslah diuraikan pertumbuhan kognitif anak itu sesuai dengan hasil
penelitian.
Penafsiran
terhadap temuan dilakukan dengan menggunakan logika dan teori-teori yang ada.
Misalnya ditemukan terdapat korelasi antara kematangan berpikir dengan
lingkungan anak, hal ini dapat ditafsirkan bahwa lingkungan dapat memberikan
masukan untuk mematangkan proses kognitif anak. Lingkungan adalah segala
sesuatu yang terdapat disekitar anak, termasuk sekolah sebagian tempat belajar.
Temuan
diintegrasikan kedalam kumpulan pengetahuan yangs udah ada dengan jalan
membandingkan temua itu dengan temuan penelitian sebelumnya, atau dengan teori
yang ada, atau dengan kenyataan dilapangan. Dalam membandingkan harus disertai
dengan rujukan.
Jika
penelitian ini menelaan teori (penelitian dasar), teori yang lama dikonfirmasi
atau ditolak, sebagian atau seluruhnya penolakan sebagian dari teori haruslah
disertai dengan modifikasi teori, dan penolakan terhadap seluruh teori haruslah
disertai dengan rumusan teori baru.
Untuk
peelitian kuantitatif, bagian ini dapat pula memuat ide-ide peneliti,
keterkaitan anatara kategori-kategori dan dimensi-dimensi serta posisi temuan
atau penelitian terhadap temuan dan teori sebelumnya.
j.
Kesimpulan dan saran
Kesimpulan menyajikan
ringkasan dan uraian yang disajikan pada bagian hasil dan pembahsan.
Berdasarkan uraian pada bagian kedua tersebut, dikembangkan pokok-pokok pikiran
yang merupakan esensi dari uraian tersebut. Kesimpulan disajikan dalam bentuk
esei, bukan adlam bentuk numerik.
Saran disusun mengacu
kepada tindakan praktis, atau pengembangan teoritis, dan penelitian lanjutan.
Bagian saran dapat berdiri sendiri. Bagian kesimpulan sarana dapat pula sebagai
bagian penutup.
k. Daftar
rujukan
Daftar rujukan harus
lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan dalam batang tubuh artikel ilmiah.
Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftra rujukan harus sudah disebutkan dalam
batang tubuh artikel. Demikian pula
semua rujukan yang disebutkan dalam batang tubuh harus dijadikan dalam daftar
rujukan. Uraian dan teknik penulisan daftar rujukan akan dibahs secara tunyas
dan lugas pada bagian selanjutnya.Contoh format penulisan artikel ilmiah hasil
penelitian :
- Judul
- Nama
penulis
- Abstrak
dan kata kunci
- Pendahuluan
- Metode
- Hasil/pembahasan
- Kesimpulan
- Daftar
pustaka.
PENUTUP
IV.1 Kesimpulan
Kaidah
penulisan artikel ilmiah dalam suatu jurnal dapat dibagi menjadi dua, yaitu
kaidah penulisan yang bersifat universal (kaidah penulisan yang bersifat
universal lebih berfokus pada kaidah-kaidah penggunaan bahasa indonesia yang
baik dan benar, penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar) dan kaidah penulisan yang bersifat selingkung (berkaitan
dengan norma-norma penulisan artikel ilmiah berdasarkan konvensi yang lebih
bersifat teknis yang harus diikuti oleh penulis artikel)
Laporan
penelitian resmi dapat dibedakan dengan laporan dalam bentuk artikel ilmiah
yaitu berupa bahan, sistematika, dan prosedur penulisan. Bahan
yang ditulis. Artikel hasil penelitian untuk jurnal hanya berisi hal-hal yang
penting-penting saja (misalnya temuan penelitian, pembahasan hasil temuan, dan
kesimpulan). Sistematika
penulisan yang dipakai. Dalam laporan penelitian teknis resmi, kajian pustaka
lazimnya disajikan diabagian kedua (Bab II), yakni setelah bagian yang membahas
masalah, pentingnya penelitian, hipotesis (jika ada), dan tujuan penelitian. Prosedur penulisan
artikl hasil penelitian. Ada tiga kemungkinan prosedur penulisan artikel hasil
penelitian yaitu : (1) Artikel hasil penelitian dapat ditulis sebelum
laporan penelitian teknis resmi secara lengkap dibuat.
(2) Artikel hasil penelitian untuk jurnal ditulis setelah laporan
penelitian teknis resmi selesai disusun. (3) Artikel hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal merupakan
satu-satunya tulisan yang dibuat oleh peneliti.
Format penulisan
artikel ilmiah hasil penelitian meliputi Isi dan sistematika, judul, nama
penulis, sponsor, abstrak dan kata kunci, pendahuluan yang berisi (1) latar
belakang atau rasional penelitian(2) masalah dan wawasan rencana pemecahan
masalah ; (3) rumusan tujuan penelitian dan harapan tentang manfaat hasil
penelitian, adanya metode, hasil, pembahasan, kesimpulan dan saran serta daftar
rujukan.
IV.2 Saran
Dengan adanya makalah
ini, diharapkan dalam proses penulisan karya ilmiah dapat memenuhi
aturan-aturan yang telah disepakati. Penulisan karya ilmiah yang memenuhi
aturan berguna dalam menyampaikan informasi yang mudah dipahami dikarenakan
penulisannya yang sistematis. Dalam penulisan karya ilmiah perlu diperhatikan
jenis karya tulis yang akan digunakan sebagai acuan dalam penulisan.
DAFTAR PUSTAKA
___________. (2014).
Bahasa Indonesia. Makassar : UPT MKU
Universitas
Hasanuddin
Makassar.
Komentar
Posting Komentar